Ansor Pati Sampaikan Rekomendasi Kepemudaan untuk Masa Depan Kabupaten Pati lewat Kegiatan Ansor Leadership Camp

Oleh Redaksi • • 4 Menit

PATI, 4 Oktober 2026 — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan kader muda yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Komitmen tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan Ansor Leadership Camp PC GP Ansor Pati yang digelar pada Sabtu–Minggu, 3–4 Oktober 2026, di Hutan pinus Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi kader untuk belajar kepemimpinan, memperluas wawasan, membangun jejaring, sekaligus mendiskusikan berbagai persoalan sosial, demokrasi, media, dan pembangunan daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PWI Pati H. Nor Efendy, anggota KPU Pati Haryono, serta Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Itkonul Hakim, yang berbagi pengalaman dan perspektif mengenai kepemimpinan, kebangsaan, media, dan demokrasi.

Ketua PC GP Ansor Pati, Ahmad Nashiruddin, menegaskan bahwa kader muda harus mampu membaca persoalan daerah dan menawarkan solusi nyata. “Melalui Leadership Camp ini Ansor harus hadir sebagai bagian dari solusi. Kader Ansor tidak boleh jauh dari persoalan masyarakat, tetapi harus mampu menghadirkan gagasan, kerja nyata, dan kolaborasi untuk kemajuan Kabupaten Pati,” tegas Ahmad Nashiruddin.

Sebagai bagian dari hasil diskusi dan refleksi dalam Ansor Leadership Camp, PC GP Ansor Pati menyampaikan beberapa rekomendasi bagi pembangunan Kabupaten Pati:

Pertama, penguatan kualitas sumber daya manusia dan kepemudaan. Pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan organisasi masyarakat perlu memperluas ruang pelatihan, peningkatan keterampilan, kewirausahaan, serta kepemimpinan bagi generasi muda agar mampu menghadapi perubahan zaman dan persaingan dunia kerja.

Kedua, penanganan persoalan sampah secara kolaboratif dan berkelanjutan. Ansor mendorong penguatan edukasi lingkungan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pengembangan bank sampah, serta keterlibatan organisasi kepemudaan dalam gerakan menjaga kebersihan lingkungan.

Ketiga, memastikan investasi dan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pati. Masuknya investasi harus disertai komitmen terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas masyarakat, dan perlindungan lingkungan.

Keempat, penguatan ketahanan sosial dan moral generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, diperlukan penguatan pendidikan karakter, literasi digital, moderasi beragama, serta upaya bersama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, perjudian online, dan berbagai perilaku yang merusak masa depan generasi muda.

Kelima, menjaga pesantren, sekolah, dan lembaga pendidikan sebagai ruang yang aman bagi anak dan generasi muda. Pencegahan kekerasan, perlindungan anak, dan penguatan sistem pengawasan harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat.

Menurut Ahmad Nashiruddin, pembangunan daerah yang kuat tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan investasi, tetapi juga oleh kualitas manusia dan kekuatan sosial masyarakat.”Pati membutuhkan generasi muda yang memiliki karakter, kapasitas, integritas, dan semangat pengabdian. Ansor siap menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Pati yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai keagamaan serta kebangsaan,”* ujarnya.

Melalui Ansor Leadership Camp, PC GP Ansor Pati berharap lahir kader-kader yang mampu menjadi problem solver, memiliki wawasan kebangsaan, memahami dinamika daerah, serta mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.