PATI – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Pati resmi dilantik pada Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Al-Mustamiriyyah, Sukolilo, Kabupaten Pati.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi PC GP Ansor Kabupaten Pati untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan arah gerakan kepemudaan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pati. Mengusung tema “Ansor Swadaya, Ansor Berdaya, Ansor Pati Jaya untuk Indonesia”, Ansor Pati menegaskan komitmen membangun organisasi yang mandiri, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gus Hanies Cholil Barro’ dari Pimpinan Pusat GP Ansor, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Gus Shidqon Prabowo beserta jajaran, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati.
Turut hadir Syuriah dan Tanfidziyyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati beserta badan otonom NU, para kiai dan pengasuh pesantren, Pimpinan Ansor Grobogan, Blora, Kudus serta jajaran MWCNU, PAC dan Pimpinan Ranting GP Ansor se Kabupaten Pati.
Sejumlah unsur masyarakat dan kelembagaan daerah juga turut hadir, di antaranya pimpinan partai politik dan anggota DPRD Kabupaten Pati, KPU Kabupaten Pati, Bawaslu Kabupaten Pati, Kejaksaan Negeri Pati, IPMAFA, RAPI, Karang Taruna, AMRI, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta berbagai lembaga dan undangan lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa GP Ansor Pati membuka ruang kolaborasi dan komunikasi yang luas dengan berbagai elemen dalam rangka memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat dan daerah.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Para pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pati yang dilantik menyatakan kesiapan untuk menjalankan amanah organisasi dan menggerakkan seluruh jajaran hingga tingkat kecamatan serta desa.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pati, Ahmad Nashiruddin, mengatakan bahwa tema “Ansor Swadaya, Ansor Berdaya, Ansor Pati Jaya untuk Indonesia” bukan sekadar slogan pelantikan, tetapi menjadi arah gerakan organisasi ke depan.
“Ansor swadaya adalah ikhtiar membangun kemandirian organisasi. Ansor berdaya berarti kader harus memiliki kapasitas dan kemampuan untuk berkembang serta memberikan manfaat. Dari kader yang swadaya dan berdaya itulah kita ingin membangun Ansor Pati yang jaya dan mampu memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, Ansor Pati harus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda, sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, penguatan kaderisasi, kepemudaan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi kader, penguatan Banser, serta pengabdian sosial menjadi bagian dari agenda organisasi ke depan.
“Kita ingin Ansor hadir dan dirasakan manfaatnya. Bukan hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran Gus Hanies Cholil Barro’ dari Pimpinan Pusat GP Ansor dan Gus Shidqon Prabowo selaku Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah memberikan penguatan bagi kepengurusan PC GP Ansor Pati dalam menjalankan amanah organisasi sekaligus memperkuat sinergi antara struktur Ansor di tingkat pusat, wilayah, dan cabang.
Sementara itu, pelaksanaan pelantikan di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Al-Mustamiriyyah Sukolilo menjadi penegasan bahwa gerakan Ansor senantiasa berpijak pada nilai-nilai pesantren, keulamaan, dan tradisi Nahdlatul Ulama.
Momentum tersebut juga menjadi ruang mempererat hubungan antara GP Ansor dengan PCNU dan seluruh badan otonom NU, pemerintah daerah, lembaga penyelenggara pemilu, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, PC GP Ansor Kabupaten Pati berkomitmen memperkuat organisasi dari bawah, meningkatkan kualitas kader, membangun kemandirian, dan memperluas kemanfaatan bagi masyarakat